Warga Keluhkan Proses Pindah Domisili Dukcapil Barsel Tegaskan Layanan Gratis Tanpa Biaya

Barito Selatan  // Khabarmedia-news.com – Seorang warga asal Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, bernama Rizky Anwar, menyampaikan keluhannya kepada awak media terkait proses pengurusan KTP dan perpindahan domisili ke Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Keluhan tersebut diungkapkan Rizky saat berbincang santai bersama sejumlah jurnalis di Warung Kopi Ma Nurul, Jalan Pelita Raya, Selasa (9/9/2025).

Dalam obrolan yang berlangsung hangat, Rizky menuturkan dirinya ingin mengurus perpindahan dokumen kependudukan secara online, termasuk pembuatan KTP baru setelah pindah domisili. Namun, proses yang ditempuh justru menimbulkan permasalahan baru.

Rizky mengaku dipertemukan dengan seseorang berinisial MT, yang mengaku bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Barito Selatan. Dari komunikasi tersebut, Rizky diminta untuk membayar sejumlah uang agar proses administrasi bisa segera selesai.

“Dia (MT) meminta uang sebesar Rp800 ribu untuk mengurus pindah domisili sekaligus pembuatan KTP baru. Padahal sampai sekarang urusannya tidak kunjung selesai,” keluh Rizky kepada wartawan.
Merasa janggal dengan permintaan biaya tersebut, awak media langsung melakukan konfirmasi ke pihak Dinas Dukcapil Kabupaten Barito Selatan. Kepala Dinas Dukcapil Barsel pun memberikan klarifikasi terkait persoalan itu.

Menurut Kepala Dinas Dukcapil Barsel, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada pegawai bernama MT di lingkungan instansi tersebut. Ia menegaskan bahwa orang dengan inisial itu dipastikan bukan bagian dari jajaran Dukcapil Barsel.

“Setelah kami telusuri, tidak ada pegawai kami dengan inisial MT. Itu jelas bukan dari Dukcapil. Jadi, bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan hanya mengatasnamakan petugas Dukcapil untuk kepentingan pribadi,” tegas Kepala Dinas Dukcapil Barsel.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan perpindahan domisili, sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya apapun. Apabila ada pihak yang meminta bayaran, hal tersebut patut dicurigai sebagai praktik percaloan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Barito Selatan maupun warga yang ingin pindah domisili ke Barsel, jangan sekali-kali menggunakan jasa orang yang tidak dikenal atau calo. Semua layanan Dukcapil tidak dipungut biaya sepeser pun,” tambahnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar datang langsung ke kantor Dinas Dukcapil apabila ingin mengurus dokumen kependudukan. Selain lebih aman, prosesnya juga dapat dipantau secara jelas tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Kasus yang dialami Rizky, menurut pihak Dukcapil, menjadi pelajaran penting agar warga lebih waspada terhadap oknum yang mengaku bisa membantu mempercepat proses administrasi. “Kami selalu terbuka untuk melayani masyarakat dengan profesional. Silakan datang langsung, karena pembuatan KTP dan KK itu gratis,” ujar Kepala Dinas.

Rizky sendiri berharap, ke depan masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan oknum yang mengaku bekerja di instansi pemerintah. Ia juga mengapresiasi klarifikasi dari pihak Dukcapil Barsel yang secara tegas menolak adanya pungutan liar dalam layanan publik.

Dengan adanya kejadian ini, Kadis Dukcapil berharap masyarakat bisa lebih teredukasi bahwa setiap bentuk pungutan dalam layanan Dukcapil adalah pelanggaran aturan. Sementara pihak Dukcapil Barsel menegaskan akan terus meningkatkan sosialisasi agar masyarakat memahami prosedur resmi pengurusan dokumen kependudukan,”tegas Kadis Dukcapil. (Gun).

You may have missed

PHBI Barito Selatan Salurkan 118 Hewan Kurban, Ketua PHBI Harapkan Manfaat Merata untuk Masyarakat Barito Selatan // Khabarmedianews-news.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan, H. Akhmad Akmal Husaen, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan penyerahan hewan kurban Tahun 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Iduladha di Masjid Agung Buntok, Rabu (27/5/2026). Sejumlah awak media mewawancarai Ketua PHBI Barito Selatan terkait pendistribusian hewan kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang secara simbolis telah diserahkan bersama Bupati Barito Selatan kepada masyarakat dan sejumlah wilayah penerima. Dalam keterangannya, H. Akhmad Akmal Husaen menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan sebanyak 96 ekor sapi kurban. Rinciannya terdiri dari 94 ekor sapi Bali dan 2 ekor sapi limosin yang didistribusikan ke berbagai desa dan wilayah di Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan distribusi sehingga dinilai lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, PHBI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk mendistribusikan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapak Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak 20 ekor sapi kurban untuk masyarakat Barito Selatan,” ujar Akmal kepada awak media. Tidak hanya itu, PHBI Kabupaten Barito Selatan juga menyalurkan satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid As-Sa’adah. Sementara itu, satu ekor sapi jenis Brahman bantuan dari pengusaha nasional asal Pangkalan Bun, Haji Abdul Rasyid AS, turut didistribusikan kepada masyarakat di Gang Swarga, Jalan Karau, Kabupaten Barito Selatan. Ketua PHBI berharap seluruh bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa semangat kurban harus mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Semoga bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat, sekaligus mengasah jiwa sosial serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tuturnya. Akmal juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum menerima bantuan hewan kurban pada tahun ini. Atas hal tersebut, pihak PHBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting untuk pelaksanaan distribusi hewan kurban pada tahun mendatang agar bantuan dapat semakin merata hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Barito Selatan. Menutup keterangannya, Ketua PHBI Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Selatan. Ia juga memohon maaf apabila dalam seluruh rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat. (Gun).