Pemkab Barito Selatan Gelar Sosialisasi Sistem Kerja untuk Tingkatkan Efektivitas Birokrasi

Barito Selatan  // Khabarmedia-newa.com– Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar acara Sosialisasi Sistem Kerja yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Barito Selatan pada Jumat (21/2). Acara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, Eddi Purwanto, AP., SH., M.Si, serta didampingi oleh Asisten III Administrasi Umum, Drs. Mirwansyah, MA. Sosialisasi ini dihadiri oleh para Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Barito Selatan, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. (21/2/2025)

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan efektivitas sistem kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Dalam acara tersebut, dibahas berbagai regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan sistem kerja, di antaranya Permenpan RB No. 17/2021 tentang Penyederhanaan Jabatan Administrasi ke Dalam Jabatan Fungsional, Permenpan RB No. 6/2022 tentang Pengelolaan Kinerja pada Instansi Pemerintah, serta Peraturan Bupati Barito Selatan No. 13/2023 tentang Sistem Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.

Dalam sambutannya, Sekda Eddi Purwanto menegaskan pentingnya penerapan sistem kerja yang lebih efisien dan transparan guna meningkatkan kinerja pemerintahan. “Dengan adanya sosialisasi ini, kita berharap seluruh perangkat daerah memahami dan mampu mengimplementasikan sistem kerja yang sesuai dengan regulasi terbaru. Ini bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efektif, responsif, dan akuntabel,” ujarnya.

Sebagai bagian dari sosialisasi, dilakukan pula simulasi implementasi kebijakan sistem kerja yang dipandu oleh Plt. Biro Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Betri Susilawati, S.Pi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa mekanisme kerja baru ini akan mempermudah koordinasi antar perangkat daerah, mengurangi hambatan birokrasi, serta mempercepat pelayanan publik.

Peserta yang hadir tampak antusias dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Beberapa perwakilan OPD mengajukan pertanyaan terkait tantangan dalam penerapan sistem kerja baru, terutama dalam transisi dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Menanggapi hal tersebut, narasumber memberikan berbagai solusi dan strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan.

Setelah acara berakhir, awak media berkesempatan mewawancarai Sekda Eddi Purwanto terkait efektivitas kebijakan sistem kerja ini. Ia menegaskan bahwa penyederhanaan birokrasi merupakan langkah strategis yang harus diterapkan oleh setiap instansi pemerintahan. “Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem kerja yang baru ini dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, setiap OPD harus berkomitmen dalam pelaksanaannya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten III Administrasi Umum, Drs. Mirwansyah, MA, menambahkan bahwa Pemkab Barito Selatan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan terhadap perangkat daerah dalam implementasi sistem kerja ini. “Kami akan melakukan monitoring dan memberikan pendampingan teknis bagi OPD yang mengalami kendala dalam penerapan sistem kerja baru,” jelasnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Barito Selatan dapat lebih siap dalam menghadapi perubahan sistem kerja yang diamanatkan oleh regulasi terbaru. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan optimis bahwa penerapan sistem kerja ini akan membawa dampak positif dalam peningkatan pelayanan publik dan efektivitas birokrasi di daerah. (Gun)

PHBI Barito Selatan Salurkan 118 Hewan Kurban, Ketua PHBI Harapkan Manfaat Merata untuk Masyarakat Barito Selatan // Khabarmedianews-news.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan, H. Akhmad Akmal Husaen, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan penyerahan hewan kurban Tahun 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Iduladha di Masjid Agung Buntok, Rabu (27/5/2026). Sejumlah awak media mewawancarai Ketua PHBI Barito Selatan terkait pendistribusian hewan kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang secara simbolis telah diserahkan bersama Bupati Barito Selatan kepada masyarakat dan sejumlah wilayah penerima. Dalam keterangannya, H. Akhmad Akmal Husaen menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan sebanyak 96 ekor sapi kurban. Rinciannya terdiri dari 94 ekor sapi Bali dan 2 ekor sapi limosin yang didistribusikan ke berbagai desa dan wilayah di Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan distribusi sehingga dinilai lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, PHBI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk mendistribusikan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapak Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak 20 ekor sapi kurban untuk masyarakat Barito Selatan,” ujar Akmal kepada awak media. Tidak hanya itu, PHBI Kabupaten Barito Selatan juga menyalurkan satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid As-Sa’adah. Sementara itu, satu ekor sapi jenis Brahman bantuan dari pengusaha nasional asal Pangkalan Bun, Haji Abdul Rasyid AS, turut didistribusikan kepada masyarakat di Gang Swarga, Jalan Karau, Kabupaten Barito Selatan. Ketua PHBI berharap seluruh bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa semangat kurban harus mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Semoga bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat, sekaligus mengasah jiwa sosial serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tuturnya. Akmal juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum menerima bantuan hewan kurban pada tahun ini. Atas hal tersebut, pihak PHBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting untuk pelaksanaan distribusi hewan kurban pada tahun mendatang agar bantuan dapat semakin merata hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Barito Selatan. Menutup keterangannya, Ketua PHBI Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Selatan. Ia juga memohon maaf apabila dalam seluruh rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat. (Gun).

You may have missed

PHBI Barito Selatan Salurkan 118 Hewan Kurban, Ketua PHBI Harapkan Manfaat Merata untuk Masyarakat Barito Selatan // Khabarmedianews-news.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan, H. Akhmad Akmal Husaen, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan penyerahan hewan kurban Tahun 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Iduladha di Masjid Agung Buntok, Rabu (27/5/2026). Sejumlah awak media mewawancarai Ketua PHBI Barito Selatan terkait pendistribusian hewan kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang secara simbolis telah diserahkan bersama Bupati Barito Selatan kepada masyarakat dan sejumlah wilayah penerima. Dalam keterangannya, H. Akhmad Akmal Husaen menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan sebanyak 96 ekor sapi kurban. Rinciannya terdiri dari 94 ekor sapi Bali dan 2 ekor sapi limosin yang didistribusikan ke berbagai desa dan wilayah di Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan distribusi sehingga dinilai lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, PHBI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk mendistribusikan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapak Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak 20 ekor sapi kurban untuk masyarakat Barito Selatan,” ujar Akmal kepada awak media. Tidak hanya itu, PHBI Kabupaten Barito Selatan juga menyalurkan satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid As-Sa’adah. Sementara itu, satu ekor sapi jenis Brahman bantuan dari pengusaha nasional asal Pangkalan Bun, Haji Abdul Rasyid AS, turut didistribusikan kepada masyarakat di Gang Swarga, Jalan Karau, Kabupaten Barito Selatan. Ketua PHBI berharap seluruh bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa semangat kurban harus mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Semoga bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat, sekaligus mengasah jiwa sosial serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tuturnya. Akmal juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum menerima bantuan hewan kurban pada tahun ini. Atas hal tersebut, pihak PHBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting untuk pelaksanaan distribusi hewan kurban pada tahun mendatang agar bantuan dapat semakin merata hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Barito Selatan. Menutup keterangannya, Ketua PHBI Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Selatan. Ia juga memohon maaf apabila dalam seluruh rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat. (Gun).