Berita Utama

PHBI Barito Selatan Salurkan 118 Hewan Kurban, Ketua PHBI Harapkan Manfaat Merata untuk Masyarakat Barito Selatan // Khabarmedianews-news.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan, H. Akhmad Akmal Husaen, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan penyerahan hewan kurban Tahun 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Iduladha di Masjid Agung Buntok, Rabu (27/5/2026). Sejumlah awak media mewawancarai Ketua PHBI Barito Selatan terkait pendistribusian hewan kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang secara simbolis telah diserahkan bersama Bupati Barito Selatan kepada masyarakat dan sejumlah wilayah penerima. Dalam keterangannya, H. Akhmad Akmal Husaen menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan sebanyak 96 ekor sapi kurban. Rinciannya terdiri dari 94 ekor sapi Bali dan 2 ekor sapi limosin yang didistribusikan ke berbagai desa dan wilayah di Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan distribusi sehingga dinilai lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, PHBI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk mendistribusikan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapak Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak 20 ekor sapi kurban untuk masyarakat Barito Selatan,” ujar Akmal kepada awak media. Tidak hanya itu, PHBI Kabupaten Barito Selatan juga menyalurkan satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid As-Sa’adah. Sementara itu, satu ekor sapi jenis Brahman bantuan dari pengusaha nasional asal Pangkalan Bun, Haji Abdul Rasyid AS, turut didistribusikan kepada masyarakat di Gang Swarga, Jalan Karau, Kabupaten Barito Selatan. Ketua PHBI berharap seluruh bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa semangat kurban harus mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Semoga bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat, sekaligus mengasah jiwa sosial serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tuturnya. Akmal juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum menerima bantuan hewan kurban pada tahun ini. Atas hal tersebut, pihak PHBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting untuk pelaksanaan distribusi hewan kurban pada tahun mendatang agar bantuan dapat semakin merata hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Barito Selatan. Menutup keterangannya, Ketua PHBI Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Selatan. Ia juga memohon maaf apabila dalam seluruh rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat. (Gun).

Berita POPOLER

Trending Story

Rapat Pembahasan UKL-UPL Cetak Sawah Di Barito Selatan Bahas Dampak Lingkungan Dan Potensi Pertanian Barito Selatan // Khabarmedia-news.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar rapat pembahasan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) untuk kegiatan cetak sawah dalam rangka budidaya pertanian tanaman padi. Rapat ini berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Barito Selatan pada Kamis, 20 Februari 2025, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. (20/2/2025) Acara ini dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Jhon Apriadi, SE., MM. Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Ir. Rifianto serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Barito Selatan. Dalam keterangannya kepada awak media, Jhon Apriadi menjelaskan bahwa proyek cetak sawah ini mencakup wilayah seluas lebih dari 5.600 hektare di Barito Selatan. Ia menegaskan pentingnya memastikan pengelolaan lingkungan yang baik dalam pelaksanaan proyek ini. “Kami berupaya mengelola dan melestarikan lingkungan. Tentu ada dampak positif dan negatif yang harus diperhatikan. Salah satu tantangan utama adalah keberadaan lahan yang termasuk dalam kawasan hutan, baik hutan produksi, hutan lindung, maupun lahan yang sudah memiliki Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan sawit,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa lahan yang tumpang tindih akan dikeluarkan dari peta rencana cetak sawah. Dengan demikian, luas lahan yang dapat digunakan kemungkinan akan berkurang dari angka awal 5.600 hektare. Meski begitu, ia optimistis bahwa program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Barito Selatan. Sementara itu, Ir. Rifianto yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa cetak sawah ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini mencakup berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Barito Selatan yang memiliki empat kecamatan sebagai target proyek, yaitu Dusun Hilir, Dusun Selatan, Dusun Utara, dan Kecamatan Karau Kuala. Rifianto juga menekankan bahwa investigasi dan penelitian lapangan telah dilakukan pada tahun 2024 oleh Universitas Negeri Makassar. Dari hasil kajian tersebut, ditentukan bahwa lahan seluas lebih dari 5.600 hektare berpotensi untuk dijadikan sawah baru. “Meskipun tidak semua lahan dapat dicetak menjadi sawah, kami berharap proyek ini tetap memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di daerah ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan cetak sawah akan dimulai pada tahun 2025 setelah seluruh dokumen lingkungan dan teknis selesai. Hasil akhir dari proyek ini baru dapat diketahui setelah proses administrasi dan evaluasi lapangan rampung. Dengan adanya cetak sawah ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Barito Selatan. Namun, tantangan dalam pengelolaan lingkungan serta penyesuaian regulasi tetap menjadi perhatian utama agar proyek ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. (Gun)

Barito Selatan  // Khabarmedia-news.com– Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar rapat pembahasan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan...

You may have missed

PHBI Barito Selatan Salurkan 118 Hewan Kurban, Ketua PHBI Harapkan Manfaat Merata untuk Masyarakat Barito Selatan // Khabarmedianews-news.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan, H. Akhmad Akmal Husaen, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan penyerahan hewan kurban Tahun 1447 Hijriah yang dinilai berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Hal tersebut disampaikan usai pelaksanaan Shalat Iduladha di Masjid Agung Buntok, Rabu (27/5/2026). Sejumlah awak media mewawancarai Ketua PHBI Barito Selatan terkait pendistribusian hewan kurban bantuan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan yang secara simbolis telah diserahkan bersama Bupati Barito Selatan kepada masyarakat dan sejumlah wilayah penerima. Dalam keterangannya, H. Akhmad Akmal Husaen menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyalurkan sebanyak 96 ekor sapi kurban. Rinciannya terdiri dari 94 ekor sapi Bali dan 2 ekor sapi limosin yang didistribusikan ke berbagai desa dan wilayah di Kabupaten Barito Selatan. Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan distribusi sehingga dinilai lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Selain bantuan dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, PHBI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk mendistribusikan bantuan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah tahun ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bapak Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak 20 ekor sapi kurban untuk masyarakat Barito Selatan,” ujar Akmal kepada awak media. Tidak hanya itu, PHBI Kabupaten Barito Selatan juga menyalurkan satu ekor sapi limosin bantuan Presiden Republik Indonesia yang diperuntukkan bagi masyarakat dan jamaah Masjid As-Sa’adah. Sementara itu, satu ekor sapi jenis Brahman bantuan dari pengusaha nasional asal Pangkalan Bun, Haji Abdul Rasyid AS, turut didistribusikan kepada masyarakat di Gang Swarga, Jalan Karau, Kabupaten Barito Selatan. Ketua PHBI berharap seluruh bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan. Ia juga menegaskan bahwa semangat kurban harus mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. “Semoga bantuan hewan kurban ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan umat, sekaligus mengasah jiwa sosial serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” tuturnya. Akmal juga menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum menerima bantuan hewan kurban pada tahun ini. Atas hal tersebut, pihak PHBI bersama Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan catatan penting untuk pelaksanaan distribusi hewan kurban pada tahun mendatang agar bantuan dapat semakin merata hingga menjangkau seluruh desa di wilayah Barito Selatan. Menutup keterangannya, Ketua PHBI Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Barito Selatan. Ia juga memohon maaf apabila dalam seluruh rangkaian kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat. (Gun).